Negara Tetangga
Written by Sugit Sanjaya Arjon
Seperti yang sudah kita ketahui bersama, hubungan Indonesia dan negara tetangga sedang hangat hangat nya. dikarenakan sedang ribut nya masalah wilayah batas negara, dan juga mengenai pembelaan terhadap warga negara Indonesia di malaysia itu sendiri. Banyak komunitas di Indonesia yang menyuarakan perang, ganyang Malaysia, hancurkan Malaysia, serang Malaysia dan sebagai nya.
Saya pernah mendapat kan kabar dari salah satu staff KBRI Kuala Lumpur ketika saya mengenyam pendidikan di Sunway University College, mengenai jumlah penduduk Indonesia di Malaysia secara total, yang resmi terdaftar di KBRI Kuala Lumpur ada sekitar 2 juta masyarakat. itu belum termasuk ekspaktriat yang sudah lama menetap di Malaysia, dan juga belum termasuk WNI yang masuk ke Malaysia melalui cara illegal, baik itu untuk tujuan bekerja, menetap etc. hitungan jumlah masuk dan keluar WNI dari dan ke Malaysia juga tidak terhitung, banyak nya WNI yang mempunyai beberapa bisnis di Malaysia, atau mempunyai keluarga di Malaysia. dan juga teman teman pelajar di Malaysia.
ajakan untuk perang bukan lah hal yang sulit, meskipun kita semua sebagai bangsa Indonesia belum pernah dilatih pendidikan militer, belum pernah dilatih untuk angkat senjata, tapi dengan modal semangat bela negara dan tanah air, kita merasa akan bisa mengalahkan semua yang menganggu kedaulatan bangsa kita. tapi sabar dulu bung, perang itu bukanlah sebatas lo asik gw asik lo usik gw bantai. banyak hal yang diperlukan, dipersiapkan dan ditelaah sebelum seorang president menyatakan the war is on.
hubungan Indonesia dan Malaysia bisa dikatakan naik turun sejak zaman pemerintahan presiden RI pertama, Ir. Sukarno, ketika itu Ir. Sukarno dengan slogan nya Ganyang Malaysia, sampai sampai bung Karno memutuskan Indonesia mundur dari PBB dikarenakan Malaysia masuk menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada saat itu. setelah saat itu hubungan Indonesia naik turun, pada jaman presiden kedua, Presiden Suharto hubungan Indonesia dan Malaysia bisa dibilang mesra, dikala Malaysia membutuhkan Tenaga Kerja dari Indonesia, Indonesia membantu dengan menyediakan SDM kita, dan pada awal tahun 1960an Malaysia meminta bantuan Indonesia untuk mengirimkan civitas civitas akademisi / guru guru dari Indonesia untuk memajukan Pendidikan di Malaysia, Indonesia dengan senang hati membantu. setelah saat saat mesra tersebut, ada kala nya hubungan Indonesia menurun atau renggang, dikala Indonesia dan Malaysia berkonfrontasi mengenai batas wilayah negara masing masing. sampai pada kasus perebutan mengenai Pulau Sipadan dan Ligitan yang kasus nya sampai ke Mahkamah International yang akhirnya di menangkan oleh Malaysia. sampai pada beberapa bulan yang lalu, ketika Indonesia merasa kedaulatan nya diganggu ketika kapal perang Malaysia memasuki wilayah perairan Indonesia, dan sampai kepada kasus terhangat ketika Indonesia menangkap beberapa nelayan asal Malaysia karena memasuki wilayah perairan Indonesia secara illegal, dan sampai pada tahap Malaysia menangkap beberapa staff DKP Indonesia. dan tahap di Indonesia sendiri ketika beberapa oknum dari LSM Bendera melempar tinja dan membakar bendera Malaysia di depan Kedutaan Malaysia di Jakarta. aksi tersebut dibalas oleh aksi demonstrasi oleh warga Malaysia di depan KBRI Kuala Lumpur, untung nya tidak sampai melempar tinja.
menyikapi fenomena ini ada beberapa point yang ini saya kemukakan mengenai penting nya hubungan bertetangga. negara tetangga, sulit untuk setuju tapi juga tidak mungkin untuk dibantah kalau negara tetangga bisa menjadi musuh dalam selimut, bisa menjadi bencana bagi negara tetangga nya, oh well, ini bukan lah kebetulan atau karangan semata, karena sejarah berbicara berikut fakta fakta nya:
1. Cuban Missile Crisis:
Saat ini, Cold War antara USSR dan USA sedang hangat hangat nya, USSR yang merupakan sekutu nya Cuba melokasikan Nuclear weapon mereka di pangkalan militer di Cuba, Cuba merupakan salah satu negara yang berbatasan langsung dengan USA, USA pada saat itu panik, karena nuclear weapon tsb bisa meletus kapan saja ke wilayah USA. hal ini dikarenakan tidak mulus nya hubungan USA dan cuba, Cuba sangat benci terhadap USA terutama dengan capitalism nya mereka, dan Cuba pada saat itu menganut paham kiri esktrim. jd Cuba yang merupakan negara tetangga nya USA menjadi basis pertahanan negara musuh sendiri, ini dikarenakan tidak mulus nya hubungan negara bertetangga ini.
2. Perang korea antara North and South Korea, ga usah dijelaskan lah ya karena udah jelas, saling benci satu sama lain.
3. Perang Jerman, sampai sampai Jerman sampai 1989 terbagi dua, dikarenakan beda ideology dan conflict of interest.
4. IMHO, perang Iraq dengan USA, bisa saja cepat terselesaikan jikalau Iraq mempunyai hubungan yang mesra dengan Iran sebagai negara tetangga. Jika Iraq dan Iran mempunyai hubungan yang baik, tidak heran ketika USA menginvasi Iraq, Iran akan datang membantu, only if ya guys. akan tetapi dikarenakan hubungan dua negara tetangga ini jelek, ini akan merugikan salah satu pihak.
mengenai sering nya terjadi konflik antara Indonesia dan Malaysia menurut pendapat pribadi gw, Indonesia harus menelaah dulu gesekan apa saja yang sering terjadi terhadap Indonesia dan Malaysia, so far masih masalah perbatasan, betul seperti yg Pak MN sampaikan, Indonesia dan Malaysia harus duduk semeja, membahas masalah perbatasan dan menentukan kesepakatan, kesediaan dan hukuman yang akan menjadi win win solution untuk masalah ini.
banyak nya darah yang tumpah bukan lah hal yang pantas dilakukan dijaman sekarang ini untuk menjaga kedaulatan. Kedaulatan suatu negara dapat dijaga dan dibela dengan cara yang lebih diplomatis. kita harus tunjukin ke semua kalau kita mempunyai style sendiri dalam menyelesaikan masalah. as Pak Beye said, zero enemy, Million friends. naive but true.
segitu dulu kali ya catatan ga penting gw tentang penting nya menjaga hubungan baik dengan negara tetangga.
anyway, sekarang tanggal 31 Agustus, Selamat Hari Kemerdekaan untuk tetangga kita, Malaysia. semoga kita terus saling membantu dan bisa terus bekerja sama.
Melbourne, 31 August 2010




Comments»
No comments yet — be the first.